Serius banget yah :S
Ullulululululululuuuu :3
Susah kalo udah dasarnya centil mah yaa beginilah :D
Gimana? Lucu dan cantik-cantik kan :3
Welcome to my blog . Here you can know the long journey in my life, in this blog also you can know how about me, and happy reading :) Let's be friends and respect each other, then I will continue to support in the event that you make :))
Meskipun
suara - suara parau dan gitar yang kasar kadang - kadang menganggu
pendengaran kita (terutama bagi mereka yg hanya terbiasa dengan musik
lembut), suara - suara tadi lebih dari sekedar kebisingan idiot. Ada
melodi, pola, dan komplektisitas untuk disadari dan dihargai jika kita
punya cukup banyak waktu. Mungkin hal ini akan sedikit menyentil para
pecinta fanatik musik melayu tanah air.
Ketika
seseorang dengan background musik dasar dapat secara instan belajar
main musik pop, untuk mempelajari musik Death Metal dibutuhkan waktu yg
lebih lama. Sebagai bandingannya, mungkin membutuhkan watu yang sama
untuk belajar main Death Metal dengan belajar musik klasik atau Jazz.
Bandingannya, lihatlah solo dari Siksa Kubur dan Kangen Band.
Bandingkan, maka akan sangat terlihat perbedaanya.
Lihatlah
bagaimana para musisi Death Metal yg memainkan instrumen secara
eksploratif. Jika anda mencoba memainkannya sendiri, anda akan menyadari
bahwa musisi Death Metal adalah musisi - musisi yang sangat berbakat.
Mempelajarinya membutuhkan latihan dan dedikasi, yang menghapus
stereotipe bahwa para MetalHead adalah oran - orang yang malas. Anda
mungkin juga akan terkesan betapa energiknya para anak - anak Death
Metal. Jangan harap ada Death Metal di acara - acara seperti Dahsy*t,
HipHipHu*a, Derin*s, dan sebagainya.
Di
Death Metal, hampir setiap musisi selalu menulis musik mereka sendiri.
Termasuk riff, drum, solo, dan liriknya. Menulis musik anda sendiri
membuktikan dimensi lain dari kepiawaian instrumental seorang musisi,
menjadikan musik lebih personal dan tidak ‘pasaran’. Jarang Ditemui
kasus Plagiatisme atau saling mengklaim lagu Death Metal.
Jangan
lihat musiknya dari konteks atau subyek pribadi. Kebanyakan lirik di
Death Metal adalah fiksi dan tidak untuk diikuti. Jadi jangan menganggap
apa yang anda dengar di musik Death Metal adalah serius. Lirik - lirik
itu hanyalah penumpahan emosi seorang musisi pada lagunya. Mungkin
liriknya terdengar tidak sopan dan sadis, tentang zombie, pembunuh
berantai, atau bunuh diri. Tapi hal - hal tersebut adalah kenyataan
yangg tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia. Jadi apakah salah
bagi seorang musisi death metal untuk merekam kejadian - kejadian
tersebut secara fiksional menjadi sebuah lagu? Sebenarnya banyak juga
musisi Death Metal yang mengambil tema dari cerita rakyat, atau masalah
agama dan sejarah.
Tidak
semua death metal sama. Genre ini mencangkup banyak sub-genre yang
kadang - kadang bercampur satu sama lain. Hasilnya, sulit untuk
mendeskripsikan satu band dengan satu sub-genre saja. Berikut daftar
umum untuk sub-genre death metal :